School Refusal?

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun ajaran baru, tahun penerimaan murid baru di sekolah-sekolah. Para orangtua seolah berlomba mencari tempat belajar terbaik bagi anaknya.

Sejak jauh hari mereka berusaha mencari informasi yang lengkap tentang tempat sekolah favorit. Ada juga yang mengikuti tradisi keluarga yaitu dengan cara mendaftarkan si buah hati di sekolah tempat keluarga besar pernah menimba ilmu.

Bagi orang tua yang putra-putrinya bersemangat memasuki masa sekolah tentu usaha ini sangat menggembirakan. Tapi bagaimana jika anak yang ingin kita daftarkan mengalami sindrom School Refusal atau menolak sekolah?

Ada banyak penyebab kenapa anak mengalami school refusal. Beberapa di antaranya karena hubungan terlalu akrab dengan keluarga di rumah sehingga si anak merasa tidak nyaman jika harus berpisah. Anak akan merasa asing di tempat baru. Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru di sekolah bisa menjadi beban bagi anak. Anak akan selalu membanding-bandingkan kenyamanan berinteraksi di rumah dengan di sekolah.

Agar kondisi itu tidak terjadi para orang tua harus tanggap sejak jauh hari sebelum masa pendaftaran sekolah dimulai. Orang tua harus bisa mengkondisikan pikiran dan perasaan anak agar siap sekolah. Ajak anak memahami tentang kegiatan sekolah melalui berbagai kegiatan. Bisa dengan bercerita, mengajak anak berkunjung ke sekolah atau dengan membiasakan anak melakukan kegiatan belajar di rumah.

“Orangtua harus memilih sekolah untuk anak, bukan anak untuk sekolah. Ini yang utama dan penting bagi orangtua,” begitu kata Kak Seto dalam sebuah wawancara dengan media.

Kamu tahu apa yang dilakukan Nabi saat bangun tidur? Lalu, apakah kamu juga tahu bagaimana Nabi makan?

Sebagai umat nabi Muhammad saw tentu kita ingin mengikuti segala yang dicontohkan. Kita meyakini bahwa semua yang dilakukan Nabi adalah yang terbaik. Keyakinan itu tentu bukan mengada-ada melainkan sudah dijelaskan dalam Al-Quran.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah, kedatangan hari kiamat dan Dia banyak menyebut nama Allah,” (QS: Al-Ahzab:21)

Buku Komik 100 Kebiasaan Nabi mengajak kita mengetahui berbagai kebiasaan Nabi sehari-hari. Mulai dari bangun tidur, masuk masjid, makan, mandi, bertemu sahabat hingga menjelang tidur lagi. Uniknya semua disampaikan dalam bentuk komik. Iya komik, buku yang dilengkapi gambar lucu, sehingga kita bisa mengikuti setiap penjelasan dengan mudah.

Buku seperti ini memang sudah banyak tersedia di toko buku. Isinya juga hampir serupa. Namun di buku Komik 100 Kebiasaan Nabi, terdapat sejumlah kesitimewaan dibanding buku sejenis. Salah-satunya adalah pilihan hadits-hadits yang ditampilkan terbatas pada hadits yang terkait dengan aktifitas sehari-hari. Jadi setiap pembahasan dapat langsung dilaksanakan.

Melalui buku terbitan Pustaka Al-Kautsar ini pembaca diharapkan akan tertarik belajar ilmu hadits sekaligus memperaktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Penasaran? Ayo diburu bukunya di toko buku kesayanganmu.