School Refusal?

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun ajaran baru, tahun penerimaan murid baru di sekolah-sekolah. Para orangtua seolah berlomba mencari tempat belajar terbaik bagi anaknya.

Sejak jauh hari mereka berusaha mencari informasi yang lengkap tentang tempat sekolah favorit. Ada juga yang mengikuti tradisi keluarga yaitu dengan cara mendaftarkan si buah hati di sekolah tempat keluarga besar pernah menimba ilmu.

Bagi orang tua yang putra-putrinya bersemangat memasuki masa sekolah tentu usaha ini sangat menggembirakan. Tapi bagaimana jika anak yang ingin kita daftarkan mengalami sindrom School Refusal atau menolak sekolah?

Ada banyak penyebab kenapa anak mengalami school refusal. Beberapa di antaranya karena hubungan terlalu akrab dengan keluarga di rumah sehingga si anak merasa tidak nyaman jika harus berpisah. Anak akan merasa asing di tempat baru. Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru di sekolah bisa menjadi beban bagi anak. Anak akan selalu membanding-bandingkan kenyamanan berinteraksi di rumah dengan di sekolah.

Agar kondisi itu tidak terjadi para orang tua harus tanggap sejak jauh hari sebelum masa pendaftaran sekolah dimulai. Orang tua harus bisa mengkondisikan pikiran dan perasaan anak agar siap sekolah. Ajak anak memahami tentang kegiatan sekolah melalui berbagai kegiatan. Bisa dengan bercerita, mengajak anak berkunjung ke sekolah atau dengan membiasakan anak melakukan kegiatan belajar di rumah.

“Orangtua harus memilih sekolah untuk anak, bukan anak untuk sekolah. Ini yang utama dan penting bagi orangtua,” begitu kata Kak Seto dalam sebuah wawancara dengan media.

No Comments

Be the first to start a conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *