Sekolah bagi seorang anak bukan hanya tempat belajar. Sekolah juga tempat bersenang-senang mendapatkan teman-teman dan pengalaman baru. Kondisi sekolah yang menyenangkan diyakini dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Ayah-bunda, sudahkah sekolah nanda seindah yang diharapkan?

Sebagai orangtua tentu kita ingin anak senang berada di sekolah. Belajar dan bermain bersama teman sebayanya dengan perasaan riang gembira. Kita tentu berharap anak mendapatkan perlakuan dan pengalaman yang baik selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Tapi itu bukan perkara mudah, Ayah-Bunda. Diperlukan kepedulian kita untuk mencari sekolah yang benar-benar dapat memperlakukan anak kita dengan baik.

Sekolah yang baik tidak harus mahal. Banyak juga sekolah berbiaya murah tapi dapat menyediakan suasana belajar yang menyenangkan. Tentu untuk mendapatkan sekolah seperti itu diperlukan pengorbanan kecil orang tua untuk mencarinya. Mulailah dari sekolah yang ada di sekitar rumah. Mintalah lembar informasi dari sekolah untuk mendapatkan gambaran awal tentang sekolah. Tanya teman atau orang yang sudah pernah mengikuti pendidikan di sekolah. Cari informasi sebanyak mungkin tentang model pembelajaran di sekolah itu. Jangan hanya fokus pada masalah biaya.

Jadikan pekerjaan mencari sekolah ini sesuatu yang menyenangkan. Hayati bahwa ini adalah bagian dari awal investasi yang sangat berharga. Salah sedikit saja dalam memilih sekolah bagi anak bisa fatal akibatnya.

Secara umum semua sekolah pasti menyediakan layanan yang terbaik bagi murid-muridnya. Semua pasti berlomba memberikan yang terbaik. Itu sebabnya tugas kita adalah bukan mencari sekolah yang baik tapi sekolah yang cocok dengan karakter anak. Sebagai orang tua kita punya peran penting dalam menentukan sekolah yang akan dipilih tapi pendapat anak juga perlu diperhatikan. Dengar apa pendapat anak tentang sekolah yang kita dapatkan. Atur pembicaraan agar muncul pendapat yang jujur dari anak tentang sekolah yang kita kita ajukan.

Ayah-Bunda, sekolah ibarat tempat menyemai bakat dan minat anak. Jika baik tempat bersemainya maka akan baik pula benih itu tumbuh. Jika buruk tempat bersemainya maka akan lambat bibit itu tumbuh. Mari luangkan waktu yang cukup untuk mendapatkan tempat persemaian yang tepat bagi anak kita tercinta.

School Refusal?

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun ajaran baru, tahun penerimaan murid baru di sekolah-sekolah. Para orangtua seolah berlomba mencari tempat belajar terbaik bagi anaknya.

Sejak jauh hari mereka berusaha mencari informasi yang lengkap tentang tempat sekolah favorit. Ada juga yang mengikuti tradisi keluarga yaitu dengan cara mendaftarkan si buah hati di sekolah tempat keluarga besar pernah menimba ilmu.

Bagi orang tua yang putra-putrinya bersemangat memasuki masa sekolah tentu usaha ini sangat menggembirakan. Tapi bagaimana jika anak yang ingin kita daftarkan mengalami sindrom School Refusal atau menolak sekolah?

Ada banyak penyebab kenapa anak mengalami school refusal. Beberapa di antaranya karena hubungan terlalu akrab dengan keluarga di rumah sehingga si anak merasa tidak nyaman jika harus berpisah. Anak akan merasa asing di tempat baru. Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru di sekolah bisa menjadi beban bagi anak. Anak akan selalu membanding-bandingkan kenyamanan berinteraksi di rumah dengan di sekolah.

Agar kondisi itu tidak terjadi para orang tua harus tanggap sejak jauh hari sebelum masa pendaftaran sekolah dimulai. Orang tua harus bisa mengkondisikan pikiran dan perasaan anak agar siap sekolah. Ajak anak memahami tentang kegiatan sekolah melalui berbagai kegiatan. Bisa dengan bercerita, mengajak anak berkunjung ke sekolah atau dengan membiasakan anak melakukan kegiatan belajar di rumah.

“Orangtua harus memilih sekolah untuk anak, bukan anak untuk sekolah. Ini yang utama dan penting bagi orangtua,” begitu kata Kak Seto dalam sebuah wawancara dengan media.